Sunday, April 26, 2020

Selamat Datang di Rumah Mati

Goosebumps Original Series #1
SELAMAT DATANG DI RUMAH MATI
(Welcome to Dead House)
karya R. L. Stine

Rumah itu aneh. Seaneh bagaimana keluarga Benson bisa mendapatkannya: sebagai warisan dari seorang paman yang sebelumnya tidak pernah diketahui oleh keluarga itu. Rumah tua itu selalu kelihatan gelap, seolah-olah ada semacam bayangan gelap yang menaunginya. Dua jendela di lantai dua seakan-akan mata yang mengawasi jalan di depan rumah itu. 


Dengan diantar oleh Compton Dawes, seorang agen real estate lokal, keluarga Benson (Bapak dan Ibu Benson, dua anak mereka Josh dan Amanda, serta anjing mereka Petey), memeriksa rumah yang menjadi warisan mereka. Josh dan Amanda tidak terlalu menyukai rumah tua itu. Memang, sih, rumah itu lebih besar dan luas daripada rumah lama mereka, tapi ada sesuatu yang aneh dalam rumah itu. 

Bahkan sejak saat pertama mereka menginjakkan kaki di rumah tua itu, kejadian-kejadian aneh sudah berlangsung. Amanda melihat sosok seorang anak laki-laki di tangga dalam rumah itu, lalu Josh, adik laki-lakinya, sempat menghilang bersama Petey. Keduanya kemudian ditemukan di pekuburan dekat rumah tersebut. 

Keesokan harinya, keluarga Benson memutuskan pindah ke rumah itu. Selama tinggal di rumah itu Amanda masih terus melihat sosok-sosok anak-anak dan juga mendengar suara-suara aneh dalam rumah baru mereka. Lalu dua minggu setelah mereka pindah, Petey menghilang. Kemungkinan seperti yang pernah terjadi sebelumnya, Petey pergi lagi ke pekuburan itu. 

Apa yang terjadi dengan Petey? Siapakah dua anak setempat yang berkenalan dengan Amanda dan Josh? Lalu siapakah sebenarnya Compton Dawes, benarkah ia hanya seorang agen penjualan rumah biasa?

Jawabannya bisa kalian baca dan temukan di sini. Tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Indonesia.

Selamat Datang di Rumah Mati adalah buku pertama dalam seri asli Goosebumps karangan R. L. Stine. Buku ini terbit pada bulan Juli tahun 1992 dan mengawali rangkaian 62 buku selanjutnya. Berbagai kisah horor untuk anak-anak dituliskan dalam seri buku ini.   

Wednesday, April 22, 2020

HANTU

Percayakah kalian pada keberadaan hantu? Apa yang kalian sebut dengan hantu: apakah sosok yang menyerupai seseorang yang telah mati, atau sosok berselubung kain kafan dengan ikatan di kepalanya, apakah hantu itu sesosok menyerupai wanita dengan jubah putih dan rambut tergerai, ataukah sesuatu tak kasat mata yang hanya bisa kita tahu keberadaannya ketika sebuah benda jatuh atau bergerak tiba-tiba? Apapun bentuknya, jika kalian meyakini bahwa hantu itu ada, percayalah, kalian tidak sendirian. 

Satu survey pernah dilakukan di Amerika Serikat pada bulan Mei tahun 2001. Hasilnya: 38 persen dari penduduk negara yang dianggap paling maju di dunia itu ternyata percaya akan keberadaan hantu. Artinya di sana kalian punya teman sebanyak 100 juta orang lebih. Kalau dirasa masih kurang, di Inggris, survey yang sama menunjukkan bahwa ada 42 persen dari jumlah keseluruhan orang Inggris yang percaya akan adanya hantu. Fenomena ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap adanya hantu bukan penyakit yang hanya diidap oleh manusia yang hidup di negara berkembang. Jadi jangan minder.

Kepercayaan terhadap hantu sudah lama ada dalam kebudayaan manusia. Lukisan gua dari jaman Paleolitik sudah menunjukkan adanya gambaran tentang roh manusia yang tetap "hidup" walaupun jasadnya sudah mati. Seandainya kalian belum tahu, paleolitik adalah jaman yang sudah silam, silam sekali. Bayangkan, sekarang kalian hidup di jaman modern yang terkenal dengan sebutan jaman revolusi industri 4.0. Tentu kalian tahu, sebelum 4.0, ada 3.0, lalu 2.0, dan 1.0. Nah, masa Industri umat manusia ini dimulai pada abad ke-18 atau sekitaran tahun 1700an. Nenek dari nenek kalian pun belum lahir pada saat itu.

Sebelum masa industri, umat manusia menjalani kehidupan yang disebut Masa Pertanian. Itu dimulai sekitar 10.000 tahun yang lalu. Dalam masa pertanian itu, alat-alat logam ditemukan. Sebelum ada alat-alat logam ini, manusia hidup dengan mengandalkan alat-alat dari batu, dan jamannya disebut jaman batu.

Jaman batu biasanya dibagi menjadi tiga (empat, kalau Megalitik ikut dimasukkan): jaman batu baru atau neolitik, jaman batu tengah alias mesolitik, dan jaman batu tua atau paleolitik. Zaman batu paling tua ini dimulai sekitar 2,5 juta tahun yang lalu. Nah, sudah dari jaman paleolitik itulah, artinya jaman batu paling heubeul, manusia sudah percaya adanya roh yang terpisah dari raga. 

Roh yang terpisah dari raga. Itulah dasar dari munculnya hantu. Konon, salah satu fungsi lukisan gua adalah sebagai media untuk berkomunikasi dengan para roh itu. Para roh dihubungi agar mau melindungi dan memberikan berkah dalam perburuan yang dilakukan oleh para manusia purba itu. Selain roh manusia, para penghuni gua itu juga percaya adanya roh-roh hewan yang jadi buruan mereka. Sejarah hantu ternyata sudah berlangsung lama. Nyaris sepanjang sejarah peradabannya, umat manusia menceritakan tentang hantu-hantu di kehidupan mereka sehari-hari. 

Hantu dibedakan dari monster atau mahluk mitos lainnya. Secara definisi, dalam ensiklopedi Greenhaven, hantu adalah manifestasi fisik dari roh orang yang sudah meninggal. Jadi, siluman, zombie, drakula, palasik, dan kawan-kawannya, tidak dimasukkan ke dalamnya. Manifestasi ini bisa berupa wujud yang tidak kelihatan, berupa asap atau bentuk yang tidak teratur tanpa bobot, wujud manusia yang transparan, atau bahkan tiruan nyata dari orang yang sudah meninggal itu. 

Keberadaan hantu biasanya memunculkan rasa takut sebab kemunculannya melanggar logika dan keyakinan yang sudah ditanamkan dalam diri manusia sejak munculnya agama. Sebagian besar orang yang hidup saat ini meyakini bahwa jika seseorang mati, maka roh atau arwahnya akan "lanjut terus" berjalan ke dunia lain setelah dunia yang dihuni oleh manusia hidup. Maka, jika ada sosok hantu yang diyakini sebagai arwah orang yang sudah mati muncul kembali, logika yang muncul adalah "pasti ada yang salah". Sementara itu sebagian besar orang tidak pernah diajari bagaimana cara menangani atau menghadapi roh yang muncul kembali, karena itulah rasa takut itu muncul.

Nah, bagaimana cara menghadapinya? Saya tidak tahu. Blog ini bukan dibuat untuk mengajarkan hal itu. Atau untuk mengatakan bahwa kalian jangan percaya atau justru percaya adanya hantu. Blog ini hanya ingin mengajak kalian untuk menjelajahi cerita-cerita hantu yang ada di dunia. Kalian tahu, horor itu mengasyikan sebab melibatkan imajinasi dan khayalan, apalagi yang berkhayal bukan cuma seorang, tapi banyak orang.